Home » opini

Category Archives: opini

Iran, Haji dan Politik

Kejadian Tragedi mina yang menewaskan lebih dari 700 Orang memang membuat sedih kaum muslimin, apalagi, Korban meninggal dari Indonesia ada sekitar 120 orang. ketika semua negara berbela sunkawa termasuk negara barat yang notabenenya pemerintahan Non muslim, Iran dengan lantang menyalahkan saudi yang dianggap tidak becus mengelola haji. Menuduh itu boleh saja, namun sayangnya Iran tidak punya bukti apapun dan belum menunggu Informasi lanjutan dari tim pencari fakta di lapangan.

Askar (polisi haji) membantu Jemaah Haji
Askar (polisi haji) membantu Jemaah Haji

Banyak yang menduga bahwa Iran memanfaatkan tragedi ini untuk kepentingan politik kotor dimana saat ini, Kelompok Houtsi di Yaman yang didukungnya mengalami kekalahan. Sebagian berita menyatakan bahwa kejadian ini sebenarnya dipicu oleh pergerakan Kelompok haji Iran yang melawan Arus setelah melempar jumroh. Itulah mengapa korban dari Iran paling banyak.

Iran langsung meminta saudi bertanggungjawab dan menyatakan bahwa saudi tidak becus mengurus haji, mereka meminta dilibatkan dalam manajemen haji, anehnya mereka tidak menuntut hal yang sama ketika pada tahun 2005, lebih dari 900 Orang terinjak injak di Jembatan Aima Bagdag dalam prosesi Ziarah di makan Imam Syiah. Iran tidak pernah meminta Irak bertanggung jawab, meminta dilibatkan dalam preses ziarah tahunan Ritual syiah.

Iran bisa saja mengatakan bahwa itu kesalahan para Polisi Haji (askar) yang tidak bisa mengkoordinir, namun kenyataan membuktikan memang Jemaah haji iran dari tahun ketahun selalu susah diatur, membuat kegaduhan bahkan melakukan tindakan kriminal. Kalau kita menengok sejarah, Iran dan Revolusinya telah membuat kegaduhan bahkan ibadah haji yang suci pun tidak lepas dari politik revolusi iran. Ingat pada musim Haji 1987 Jemaah haji iran demonstrasi dan terjadi kericuhan yang menyebabkan 400 Orang meninggal. Coba anda pikir, mengapa ibadah dijadikan ajang demonstrasi politik, bahkan di kota suci mekah? Apakah Syiah Iran tidak menganggap kesucian mekah? Apa tujuan mereka berhaji?.

Pada tahun 1989, Jemaah Haji Syiah dari Kuwait yang di dukung Iran melakukan pengeboman yang membunuh seorang jamaah haji dan melukai 16 orang lainnya. Saudi langsung menghukum 16 orang syiah Kuwait pelaku pengeboman.

Ketika Dunia tidak menanggapi protes iran, dunia Islam tidak peduli dengan Orasi politik pemimpin iran dikala kaum muslimin sedang sedih, Pada akhirnya lewat kementrian kesehatan iran menyatakan bahwa Insiden mina sudah diluar kontrol Pemerintah saudi (baca: Tidak lagi menyalahkan saudi). Sungguh sangat disayangkan Iran berusaha memainkan politik kotornya bahkan untuk ibadah yang paling suci sekalipun.

Ditulis Oleh : Candra Adi Putra, Pengelola Website Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, IAIN Padangsidimpuan.

Tips Menguasai Bahasa Asing

Oleh: Hasir Budiman Ritonga, M.Sh.

Bahasa merupakan alat media yang dipakai manusia untuk menyampaikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, baik itu disampaikan secara lisan ataupun tulisan. Bahasa juga merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan apa yang terlintas di benak (akal) seseorang sehingga tercapai apa yang dia inginkan. Manusia sejak kecil sudah diajarkan untuk bisa berbahasa dan berbicara sehingga seorang ibu atau ayah memahami apa yang dikehendaki oleh anaknya. Bagaimana seandainya seseorang tidak bisa berbahasa tentu dia akan merasa kesulitan untuk menyampaikan apa yang dia maksud dan kehendaki terhadap seseorang, sehingga tidak tercapai apa yang dia inginkan. Demikianlah betapa pentingnya menguasai bahasa.

Karena pentingnya bahasa itulah, IAIN Padangsidimpuan membuat terobosan baru agar setiap Mahasiswa baru, termasuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris  dengan program Sistem Asrama (Pondok) selama satu tahun dengan fokus materi pada Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan pendalaman bahasa Indonesia.

Seseorang yang menguasai banyak bahasa, tentu dia akan banyak mendapatkan maklumat dan informasi dari belahan dunia. Dengan bahasa tersebut dia akan mengetahui berbagai macam peristiwa yang terjadi di dunia ini. Karena semua berita tersebut disampaikan dan diinformasikan menggunakan bahasa tertentu. Bagaimana seseorang bisa memahami kejadian dan berita yang terjadi di dunia Barat, jika dia tidak menguasai bahasa Inggris. Demikian juga seseorang tidak akan mengetahui berita dan peristiwa yang terjadi di belahan Timur Tengah (Jazirah Arab), jika dia tidak menguasai dan paham akan bahasa Arab.

Demikian pentingnya bahasa tersebut. Karena sesungguhnya untuk memahami berbagai macam disiplin ilmu, baik itu ilmu tentang syari’at Islam, ekonomi Islam dan untuk menggali hukum dari berbagai fatwa para ulama terdahulu yang disebut dengan Kutub Al-Turats yang menggunakan bahasa Arab, tentunya seseorang itu harus menguasai bahasa Arab. Demikian pula untuk memahami ilmu sains dan teknologi, seorang pelajar itu harus menguasai bahasa Inggris.

Bahasa ibarat kunci. Tanpa memiliki kunci seseorang tidak akan dapat membuka suatu lemari yang terdapat di dalamnya berbagaimacam harta simpanan. Demikian juga bahasa itu ibarat kail dengan adanya kail tersebut seseorang dapat memangkail ikan sebanyak yang diakan inginkan. Tanpa adanya kail, bagaimana seseorang akan mendapatkan ikan yang banyak yang dia harapkan. Begitu pula apabila seseorang yang tidak menguasai bahasa Arab dan Inggris, bagaimana dia akan menguasai berbagai disiplin ilmu?. Tentu itu dia akan kesulitan mendapatkan informasi dan ilmu dan dunia Barat dan Timur. Minimal seorang penuntut ilmu harus menguasai dua bahasa asing, bahasa Arab dan Inggris. Jika seorang mahasiswa telah menguasai kedua bahasa tersebut, bisa dipastikan dia akan menguasui dua disiplin ilmu yaitu ilmu yang berorientasi kepada keakhiratan (Kutub Al- Turats) dan ilmu yang berorientasi kepada keduniaan (Ilmu Sains dan Teknolgi). Sehingga penuntut ilmu itu akan memperoleh keseimbangan hidup antara kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Di samping itu, seseorang yang mengusai bahasa Arab dan Inggris akan menguasai dan menggenggam dunia. Karena sesungguhnya bahasa Arab dan Inggris merupakan dua bahasa internasional yang selalu digunakan dalam berbagai pertemuan dunia yang membincangkan masalah-masalah keduniaan, baik itu sosial, politik, ekonomi dan keagamaan.

Penguasaan bahasa dijadikan sebagai barometer atau tolak ukur kemajuan suatu negara. Apabila penduduk suatu negara tersebut menguasai bahasa asing, tentunya tingkat kemakmuran dan kemajuannya lebih pesat berbanding dengan negara yang sedikit menguasai bahasa asing. Karena sesungguhnya bahasa merupakan alat komunikasi global yang digunakan masyarakat dunia. Dengan bahasa tersebut seseorang bisa menjalin hubungan baik dengan bangsa lain. Demikian juga dengan kemajuan sebuah institusi atau perguruan tinggi. Jika suatu perguruan tinggi tersebut menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa keseharian dan bahasa pengantar dalam pembelajaran tentu perguruan tinggi tersebut semakin maju. Karena demikian itu akan mengundang mahasiswa asing baik itu dari Timur Tengah ataupun Barat untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi tersebut. Sebagaimana pengalaman penulis ketika menuntut ilmu di Malaysia. Rata-rata universitas yang ada di sana menggunakan dua bahasa asing (Arab dan Inggris) sebagai bahasa pengantar dalam perkuliah. Sehingga tidak sedikit mahasiswa yang belajar di berbagai universitas di Malaysia datang dari berbagai negara belahan dunia. Dengan banyaknya mahasiswa asing yang masuk ke Negara tersebut, tentu akan membawa dampak positif terhadap peningkatan devisa dan ekomomi negara .

Untuk menguasai bahasa asing pada tulisan ini akan di sampaikan beberapa tips agar dapat menguasai bahasa asing terutamanya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Pertama; Memiliki Niat Ikhlas dan Ghirah (Kemauan) Keras.

Apabila seseorang ingin mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya, sejatinya seseorang itu harus memulai pekerjaannya dengan niat yang ikhlas dan kemauan yang keras. Karena niat tulus ikhlas dan kemauan yang keras akan menjadi motivasi bagi seseorang dan akan mamacunya untuk bekerja dan berbuat sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang dia cita-citakan, sehingga meraih keberhasilan gemilang. Demikian pula dengan penguasaan bahasa. Sebelum seseorang mempelajari bahasa, dia harus menanamkan pada dirinya niat ikhlas dan kemauan yang keras untuk menguasa bahasa tersebut. Dengan demikian, hal itu akan memotivasi dirinya untuk menguasai bahasa Arab dan Inggris baik itu secara lisan maupun tulisan. Niat tulus ikhlas dan ghirah yang kuat akan mengantarkan seseorang kepada kesuksesan yang kemilang, sebagaimana kalimat bijak Arab mengatakan “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapat.

Kedua; Tidak Takut Salah dan Tidak Malu Berbahasa

Dalam berbahasa kita tidak perlu takut salah dari segi tata bahasa, Nahwu dan Sorf (grammer) ketika mengucapkannya. Ketika kita takut salah untuk berbahasa, maka sesungguhnya itu merupakan suatu kesalahan, dan sampai kapan pun kita tidak pernah berani untuk berbicara baik itu dengan bahasa Arab atau pun Inggris. Dan jangan pula malu untuk berbahasa Arab dan Inggris dalam percapakan sehari-hari, dengan asumsi orang lain akan menertawainya ketika ia salah dalam menugucapkannya. Karena sesunggnya kesalahan kita dalam berhasa asing itu adalah hal yang wajar, karena bahasa arab dan Inggris bukanlah bahasa kita. Maka mulailah dari diri sendiri dan mengajak temannya untuk Muhadatsah (Berkomunikasi) dengan bahasa asing.

Ketiga; Meniciptakan Bi’ah Lughoh (Lingkungan Bahasa)

Untuk menguasa bahasa asing, perlu diciptakan suatu ‘Bi’ah Lughoh’ (Lingkungan Bahasa). Dengan adanya lingkungan bahasa tersebut seseorang akan termotivasi untuk berbahasa asing. Tentunya dengan disiplin dan kesadaran diri sendiri untuk berbahasa. Salah satu contoh di Jawa Timur terdapat satu perkampungan yang masyarakatnya berbahasa Inggris, karena di kampung tersebut banyak terdapat lembaga-lembaga kursus bahasa Inggris sehingga kampung itu sebut sebagai “Kampung Inggris”. Demikianlan yang dimaksud dengan Bi’ah Lughoh. Demikian juga di beberapa Pondok Modern, seperti Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur telah meciptakan Lingkungan Bahasa dengan mewajibkan kepada santrinya untuk mengugunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat komunikasi sehari-hari. Dengan memberi hukuman atau sangki bagi yang tidak berbahasa ‘Resmi’ (Arab dan Inggris) sebagai konsekwensinya.

Keempat; Menghafal Mufrodat (Kosa Kata) dan Menggunakannya.

Di samping tiga tips di atas, tidak kalah pentingnya adalah menghafal kosa kata dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Paling sedikit setiap hari menghafal empat kosa kata dan lansung digunakan dalam percakapan. Tidak perlu kita menghafal banyak kosa kata setiap hari tetapi tidak pernah memprakterkannya. Karena sesungguhnya bahasa adalah alat komunikasi yang harus digunakan setiap hari. Dengan mecupakan kota-kata yang telah dihafal tersebut akan memperlacar dan menambah ingatak kita sehingga tidak hilang dari hapalan kita. Maka mulailah dari sekarang menghapal sedikitnya 4 mufrada setiap hari dan menggunakannya dalam percapakan sehari-hari. Selamat mengaplikasikan beberapa tips penguasaan bahasa asing ini dan semoga berhasil. Amin.