Home » berita » Seminar Hukum Fakultas Syariah IAIN Padangsidimpuan

Seminar Hukum Fakultas Syariah IAIN Padangsidimpuan

fasih-hukum

Pada hari rabu tanggal 28 September 2016 Fakultas syariah telah mengadakan seminar hukum di gedung Auditorium IAIN padangsidimpuan. Acara ini di selenggarakan oleh Dewan Mahasiswa Fakultas syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan. Dalam kesempatan tersebut sebagai pembicara adalah Putra Halomoan Hasibuan, M.H. yang merupakan dosen dibidang hukum terutama hukum ketenagakerjaan dan Ahmatnijar, M.Ag selaku Wakil dekan Bidang Akademik di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN padangsidimpuan.

Thema yang diangkat adalah “Meningkatkan Wawasan Kesyariahan dan Mempererat Silaturahmi Menuju Masyarakat Ekonomi Asean”. Wakil dekan  bidang akademik yang sekaligus sebagai pembicara menyampaikan pentingnya pengembangan wawasan kesyariahan dan memperluas pandangan agar Lulusan IAIN terutama fakultas syariah mampu bersaing dengan lulusan dari Kampus lain bahkan termasuk kampus luar negeri. Dalam hal ini, Ahmat nijar menyampaikan bahwa kurikulum untuk Semester 1 dan 3 sudah menerapkan sistem KKNI. KKNI Sendiri bisa didefinisikan sebagai berikut :

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

Sementara itu, Putra Halomoan menyoroti berbagai profesi lulusan Fakultas Syariah yang tidak hanya terbatas pada advokat, namun juga mampu menjadi Biroklat, Konsultan Hukum dan Harus mampu berwiraswasta. Lulusan Fakultas Syariah diharapkan tidak hanya fokus mencari pekerjaan tapi juga harus mampu membuka lapangan pekerjaan minimal untuk dirinya sendiri.

Dalam sesi pertanyaan beberapa mahasiswa menayakan seputar hal hal  yang mendukung kualitas lulusan. Pembicara  menjelaskan bahwa Fakultas Syariah sejak tahun lalu telah membuat English Corner dan Arabic Corner  “Study Club” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas berbahasa Arab dan Bahasa Inggris, selain itu rencana kedepan Fakultas ini juga akan mengadakan Studi Hukum Kawasan yang intinya mempelajari Hukum hukum di negara Asean .Mahasiswa lain menanyakan:” Jika saya seorang advokat, Apakah boleh membela orang yang jelas jelas salah (misal membunuh atau korupsi)?”.  Pertanyaan ini dijawab dengan lugas oleh Putra Halomoan  bahwa hal terpenting menjadi seorang advokat adalah menjadikan nilai Agama dan Moral sebagai landasan advokat, sedangkan defisini salah benar harus dibuktikan di mata hukum. Bisa saja seseorang di tuduh bersalah namun ternyata di mata hukum tidak bersalah, misalkan apakah seseorang yang dirampok lalu dengan terpaksa karena mempertahankan hartanya akhirny justru peramboknya terbunuh, Pantas disebut pembunuh?  Ini gambarannya, maka memang diperlukan wawasan yang luas dan sudut pandang hukum yang detail dalam menangani sebuah kasus. Seorang advokat juga harus bisa mempertahankan hak hak dari yang dibelanya, misalkan seorang pencuri ayam apakah dia pantas dihukum dengan hukuman sampai 10 tahun penjara? atau cukup 6 bulan kurungan. Disini seorang Advokat juga harus melihat sisi moral dan rasa keadilan sebagai satu keping mata uang.

Pada akhirnya seminar ini menekankan bahwa untuk menjadi lulusan dari Jurusan di fakultas syariah harus berpikir luas, menguasai keilmuan dan belajar menerapkan ilmu yang diperolehnya mulai dari sekarang sehingga ketika lulus nanti Siap bersaing didunia kerja bukan hanya di Indonesia tapi mampu bersaing di Negara negara Asean.


Leave a comment

Your email address will not be published.

*