Home » berita » Wisata Syariah Di Bali?

Wisata Syariah Di Bali?

bali

Bali sebagai destinasi wisata Nasional dan internasional merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri. Walaupun bali adalah salahsatu propinsi dengan umat hindu terbesar di indonesia, namun wisatawan yang datang tidak sedikit yang beragama islam entah itu dari wisatawan lokal ataupun internasional.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali Dadang Hermawan menyatakan ingin membangun wisata syariah dibali, sayangnya hal ini langsung ditolak mentah mentah oleh masyarakat bali dan pemerintahannya dan menyatakan bahwa wisata syariah tidak cocok dikembangkan dibali.

Padahal apa yang disampaikan oleh ketua MES Bali salahsatunya adalah mengajarkan bagaimana mengakses keuangan syariah salah satunya. Namun ternyata memang “ketakutan” dengan kata syariah membuat masyarakat ramai ramai menolaknya. Mungkin para penolak ini berpikir bahwa kata kata syariah berarti mengimplementasikan hukum Islam seperti potong tangan dan hukum syariah lain yang sering di stigmakan di berita berita di TV.

Islam adalah agama yang sempurna, Islam mencakup semua hal termasuk dalam hal ini adalah Ekonomi. Selain itu Target wisata syariah sendiri juga bukan orang non muslim, namun terbatas bagi orang islam, misalkan Rumah makan Halal. Tentunya target utama dari hal ini adalah wisatawan dari Negeri muslim seperti Timur tengah ataupun malaysia.

Yang sangat disayangkan adalah reaksi negatif dan gagal paham dalam memahami arti syariah itu sendiri. Padahal jika di tengok lebih jauh, Jika Wisata dibali didukung oleh wisata syariah, wisata dibali bukan malah menurun, tapi justru naik karena wisata syariah TIDAK emnghilangkan segment wisata ciri khas bali itu sendiri. Disini perlunya dialog antara tokoh masyarakat pemerintah dan terutama MES bali tentang apa itu wisata syariah. Tentunya penulis sendiri menyadari bahwa banyak Gap kurangnya pemahaman tentang islam yang membuat masyarakat bali anti dengan syariah. Apalagi kasus bom bali membuat stigma bahwa syariah lebih dekat ke Arab atau terorisme semakin menyulitkan implementasi wisata syariah dibali.

Hal terpenting disini adalah komunikasi yang baik terutama yang harusnya dilakukan oleh Forum komunikasi antar umat beragama dengan dialog dialog terbuka dan menunjukan pada masyarakat bali bahwa wisata syariah yang idenya dicetuskan oleh ketua MES bukan untuk menggantikan wisata Bali yang sudah berjalan, namun untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara muslim yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan wisata Bali sendiri dan mengenalkan bali di Negara negara islam dunia.

 


Leave a comment

Your email address will not be published.

*